Digitalisasi Pendidikan dan Ekonomi Desa

Digitalisasi pendidikan dan ekonomi desa

Oleh : Ahmad Mahfud*

Saat ini kita memasuki era yang disebut dengan revolusi industri 4.0. atau the Fourth Industrial Revolution. Era ini adalah bagaimana teknologi, seperti artificial intelligence dan teknologi yang berbasis digital saling memengaruhi kehidupan manusia. Berbagai kalangan dari dunia global termasuk pemerintah Indonesia berupaya mempersiapkan diri untuk menyambut era ini.

Mau tidak mau, siap tidak siap, masyarakat harus mampu beradaptasi dan harus diberdayakan ke arah tersebut. Tujuannya, agar masyarakat tetap bisa bersaing, baik dalam lingkup lokal maupun global, khususnya bidang ekonomi dan pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah pertama yang harus dilaksanakan adalah mempersiapkan SDM-nya.

Saya sendiri pernah terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat. Ketika itu, saya menyadari pentingnya digitalisasi data di dunia pendidikan, maksudnya data yang berbasis pada komputer. Sayangnya, banyak kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan alat, tidak adanya jaringan internet, dan yang paling penting, bahkan mereka tidak bisa mengoperasikan komputer. Oleh karena itu,  saya  dan  teman-teman  dengan  segala  keterbatasan  tersebut,  pernah  mengadakan kegiatan pelatihan bagaimana menggunakan komputer dan mengoperasikan Microsoft Office.

Kenyataan di atas menggambarkan betapa tertinggalnya masyarakat kita, khususnya di pedesaan. Padahal jelas, kalau kita mau bersaing, berbagai lapisan masyarakat di berbagai sektor harus melek digital,  tak  terkecuali masyarakat  pedesaan.  Hal  itu  tentu  patut  menjadi  perhatian  serius  oleh pemerintah. Sebagai pemuda, saya pribadi memiliki keinginan untuk berkontribusi langsung dalam masalah tersebut.

Hingga hari ini, di desa tempat saya tinggal dan sekitarnya, masyarakatnya bisa dikatakan masih sangat tertinggal  di  bidang  ini.  Oleh karenanya,  perlu adanya  sebuah program  pemberdayaan masyarakat ke arah digitalisasi. Kali ini, setidaknya ada dua sektor yang perlu menajadi perhatian, yakni pendidikan dan ekonomi.

Pertama, sektor pendidikan. 

Pedidikan di pedesaan, perlu adanya digitalisasi administratif yang mencangkup berbagai administrasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar, seperti pendaftaran  peserta  didik,  pencatatan  peserta,  sistem  penilaian  atau  raport, silabus  dan  modul pembelajaran, bahkan kegiatan literasi sudah seharusnya diarahkan pada sistem yang berbasis digital. Mungkin hal tersebut sudah terlaksana di berbagai lembaga di perkotaan yang bertaraf internasional. Tetapi di pedesaan masih sangat jauh dari harapan tersebut.

Tak hanya di bidang administrasi, berbagai lembaga pendidikan semestinya meningkatkan fokus dan mutu pembelajaran ke teknologi dan digital. Hal itu bertujuan untuk menyiapkan generasi agar mereka lebih siap untuk bersaing di masa mendatang.

Kedua, sektor ekonomi. 

Sebagaimana kita tahu, saat ini perkembangan pasar sudah berkembang pesat ke arah digital atau yang disebut dengan kegiatan digital marketing. Padahal, begitu banyak sektor ekonomi pedesaan yang memungkinkan bertumbuh lebih cepat jika diarahkan ke arah ini. Hal ini tentu akan sangat membantu para pelaku ekonomi mikro karena dengan digitalisasi ini mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan pada akhirnya bisa membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara lebih cepat.

Untuk merealisasikan cita-cita di atas, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Dengan adanya program Desa Cerdas atau Smart Village, cita-cita tersebut akan lebih mudah terealisasikan. Program ini diharapkan mampu menjadi penyambung antara pemerintah dengan masyarakat  desa.  Dalam  prakteknya,  kita  juga  mungkin  akan  melibatkan  berbagai  generasi terpelajar yang ada di desa-desa yang memiliki potensi untuk ikut terlibat aktif dalam program ini.

*Essai ini dibuat untuk memenuhi syarat mendaftar duta digital 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.