Perbedaan warna CMYK dan RGB

Perbedaan warna CMYK dan RGB
Designed by : Canva.com

Perbedaan warna CMYK dan RGB

Gubukmahfud.com – Dalam desain grafis, warna merupakan hal pertama yang akan dilihat seseorang. Kesan pertama terhadap warna akan menggambarkan keseluruhan gambar atau grafis. Warna dapat memberikan sugesti yang mendalam kepada seseorang yang melihatnya. 

Jadi, pemilihan warna yang tepat menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan respons audiens terhadap sebuah karya grafis. Dalam pembuatan sebuah desain grafis, penentuan komposisi warna sangat penting. Komposisi berarti to compose, yang berarti mengarang, menyusun, atau mengubah.

Dalam dunia desain ada dua macam model warna yang sering digunakan, yaitu CMYK dan RGB. RGB dan CMYK adalah singkatan dari sistem pewarnaan. Perbedaan paling mendasar dari RGB dan CMYK adalah RGB lebih ditujukan untuk digital appearance atau tampilan yang bersifat digital, sedangkan CMYK untuk kepentingan percetakan. 

Apa itu Warna CMYK dan RGB?

Warna CMYK

CMYK merupakan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Peggabungan 100% cyan, magenta, dan yellow akan menghasilkan warna hitam (black), tetapi tidak 100% hitam murni melainkan abu-abu gelap. CMYK lebih sempurna dibandingkan RGB karena memasukkan unsur hitam di sana. 

CMYK sering disebut warna proses (process color) dengan mempergunakan empat warna. CMYK adalah sebuah model warna berbasis pengurangan sebagian gelombang cahaya (substractive color model) dan dipergunakan dalam pencetakan berwarna.

Jadi, untuk mereproduksi gambar yang relatif sempurna dibutuhkan sedikitnya empat tinta, yaitu cyan, magenta, yellow dan black. Keempat tinta tersebut disebut tinta/warna proses. Tinta proses adalah tinta yang dipergunakan untuk memproduksi warna dengan proses teknik cetak tertentu, seperti offset lithography, rotogravure, letterpress, atau sablon. 

Berbeda dengan tinta yang hanya digunakan satu lapisan (single layer), karena tinta yang digunakan dapat ditumpuk-tumpuk, maka sifat tinta proses harus memenuhi standar tertentu, seperti spesifikasi warna (dalam model warna CIE LAB) dan nilai opacity/transparency

Kesalahan warna dalam penumpukan dua macam tinta disebut ink trapping error (berbeda dengan layout trapping error). ISO 2846-1 hingga ISO 2846-5 adalah standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi internasional terhadap warna dan nilai transparansi dari tinta proses empat warna CMYK, masing-masing untuk proses pencetakkan sheet-fed and heat-set web offset lithographic printing, clodset offset lithographic printing, publication gravure printing, screen printing, dan flexographic printing. 

Sebuah warna dalam model warna CMYK dapat dituliskan ke dalam beberapa bentuk, di antaranya CMYK (c, m, y, k) atau Cc Mm Yy Kk, di mana c, m, y, k memiliki nilai masing-masing antara 0-100.

Misalnya warna scoolbus yellow adalah CMYK (0, 15, 95, 0) atau dapat dituliskan C0 M15 Y100 K0. Kode di depan berarti warna scoolbus yellow memiliki komposisi warna tinta magenta 15% dan ditambah tinta yellow 95%.

Dalam model warna CMYK juga terdapat warna primer, sekunder, dan tersier. Warna primer dalam model warna CMYK adalah warna-warna yang hanya terdiri atas satu komposisi warna, misalnya CMYK (100, 0, 0, 0), CMYK (0, 50, 0,0), dan lainnya. 

Adapun warna sekunder dalam model CMYK adalah warna-warna di mana komposisinya terdiri atas campuran dua macam tinta proses, misalnya  CMYK (50, 70, 0, 0), dan lainnya. Sedangkan warna tersier dalam model model warna CMYK adalah semua warna di mana komposisinya terdiri atas campuran tiga macam warna proses.

Warna RGB

RGB (Red, Green, dan Blue) merupakan sistem pewarnaan untuk tampilan secara digital dan banyak digunakan untuk monitor komputer, video, layar ponsel, dan lain-lain. Sistem warna RGB terdiri dari 100% red, 100% green, 100 blue yang menghasilkan 100% putih serta tidak ada warna hitam di RGB. 

Jika warna red, green, dan blue tersebut dikombinasikan, maka terciptalah warna putih. Inilah alasan RGB disebut additive color atau warna pencahayaan. 

Pada perhitungan dalam program-program komputer, model warna direpresensikan dengan nilai komponennya, seperti  dalam RGB (r, g, b) masing-masing nilai antara 0 hingga 255 sesuai dengan urutan masing-masing, yaitu pertama red, kedua green, dan ketiga blue.

Dalam suatu ruang yang sama sekali tidak ada cahayanya, maka tidak ada sinyal  merah dalam ruangan tersebut, maka ruangan akan berubah warna menjadi merah dengan nilai misalnya RGB (255, 0, 0) dan semua benda di dalam ruang tersebut hanya terlihat  berwarna merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.