Pesan Moral Anime Boruto – Naruto the Movie

Pesan Moral Anime Boruto - Naruto the Movie
Kredit : Dafunda.com

Seperti yang pernah saya bahas di postingan sebelumnya bahwa salah satu anime favorit saya adalah Boruto Next Generation. Sebelum rilis dalam bentuk serial, anime Boruto Next Generation tayang dalam bentuk Movie dengan judul Boruto – Naruto the Movie

Seperti anime pada umumnya, banyak sekali pesan moral yang bisa digali dari Anime Boruto – Naruto the Movie ini.

Boruto – Naruto the Movie bercerita tentang sosok seorang anak bernama Boruto. Ia adalah anak dari Naruto Uzumaki, buah hasil pernikahannya dengan Hinata Hyuga. 

Dikisahkan, bahwa pasca perang dunia ninja keempat semua negara hidup damai. Termasuk Konohakagure di bawah kepemimpinan Naruto Uzumaki, yang saat itu menjabat sebagai Hokage atau kepala Negara.

Menjadi Hokage atau Kepala Negara memang menjadi cita-cita Naruto sejak kecil. Naruto diangkat menjadi Hokage ketujuh menggantikan Hatake Kakashi. Sejak menjabat dan menduduki kursi Hokage, Naruto menjadi orang yang super sibuk. 

Perhatian terhadap keluarganya berkurang. Termasuk perhatian untuk kedua buah hatinya : Boruto dan Himawari. Maklum, sebagai orang nomor satu di Konoha, semua urusan yang menyangkut kepentingan negara menjadi tanggung jawabnya. Fokus dan perhatiannya benar-benar hanya untuk kesejahteraan Konoha. 

Kurangnya perhatian dari sang ayah, membuat Boruto kecil kecewa dan marah. Hal yang paling mengecewakan tentu ketika Naruto tak bisa melatih Boruto untuk persiapan menghadapi ujian Chunin atau ujian ninja untuk pemula. 

Boruto sendiri berada satu tim dengan Sarada dan Mitsuki. Sarada adalah anak dari Sasuke Uciha, sedangkan Mitsuki adalah anak atau manusia buatan Orochimaru. 

Meski sudah dilatih dan dibimbing oleh Sasuke dan Konohamaru, Boruto merasa tidak puas dengan kemampuannya. Kemudian, dia diam-diam menggunakan Alat Sains Ninja – yang saat itu tengah dikembangkan oleh Konoha – demi memuluskan jalannya menempuh ujian dan membuktikan pada ayahnya di ujian terakhir. 

Dengan alat sains ninja yang dimilikinya, Boruto tidak perlu berlatih keras dan bersusah payah, karena  alat modern tersebut akan memberinya kemampuan instan untuk menguasai beberapa jurus ninja sekaligus.

Hal itu terbukti, di fase kedua ujian, dalam keadaan terdesak, sang putra Hokage memukul telak lawannya menggunakan alat sains ninja tersebut.

Namun, sayang, di detik-detik terakhir kemenangannya ketika melawan Sikadai, nasib baik tak berpihak kepada Boruto. Kedoknya terbongkar oleh sang Ayah. 

Namun, di penghujung Film Boruto bisa menebus semua kesalahannya dengan mengalahkan musuh yang menculik Naruto tanpa bantuan alat sain ninja, melainkan dengan kekuatan yang dimilikinya dari hasil latihan keras.

Ada beberapa pesan moral yang bisa diambil dari Anime ini :

Pertama, Kemajuan teknologi yang ditandai dengan alat sains ninja, jika tidak digunakan dengan bijak dan disalahgunakan akan berakibat fatal bagi penggunanya. 

Kedua, Seberapa pun sibuknya seorang ayah, dia akan tetap menyayangi anaknya.

Ketiga, pentingnya kehadiran dan keterlibatan sosok seorang ayah dalam mendidik dan membangun pengertian dengan seorang anak. 

Menurut kalian, selain pesan moral di atas, pesan apalagi yang bisa diambil dari Boruto – Naruto the Movie?

Leave a Reply

Your email address will not be published.